Monica Lauretta

Monica Lauretta

Selasa, 27 Juli 2010

Kasih Allah Tidak Bersyarat

Suatu hari aku melihat Bapa sedang melamun di takhta-Nya. Aku menghampiri-Nya dan pelan-pelan aku bertanya kepada-Nya, "Bapa, apa yang sedang Kau pikirkan ?"

Bapa menoleh ke arahku, dan Ia tersenyum, lalu Ia berkata dengan lembut, "Tidak ada, Nak. Aku hanya sedang memikirkan manusia."

"Manusia ? Ada apa dengan mereka ?" tanyaku

"Tahukah kau bahwa Aku sangat mengasihi manusia ?" ujar-Nya,

"Iya, aku tahu itu. Apa hubungannya Tuhan ?"

"Aku mengasihi manusia sedemikian, sehingga Aku merelakan Anak-Ku terkasih, Yesus Kristus untuk turun ke bumi, menderita, dihina, dan akhirnya mati bagi mereka."

"Iya, itu adalah karya penebusan yang sangat indah."

"Tapi...."

Ups..., ada nada sedih di suara-Nya.

"Tapi, mengapa manusia masih juga meragukan kasih-Ku ?"

Aku terdiam, aku tidak dapat menjawab pertanyaan-Nya, karena aku pun tidak tahu...

"Hari ini, ada satu anak-Ku, dia menangisi dosanya, dia memohon pengampunanKu, Aku mengampuninya, Aku mengatakan bahwa Aku sudah tidak mengingat-ngingat lagi dosa yang ia buat, tapi...."

"Tapi kenapa Tuhan ?"

"Saat Aku berkata demikian, ia menggelengkan kepalanya, ia berkata, tidak akan ada pengampunan lagi atas dosa yang ia perbuat, ia sudah terlalu sering jatuh bangun dalam dosa, ia mengatakan bahwa ia membenci dirinya..."

Aku diam, menantikan Tuhan.

"Kenapa ia memandang hina dirinya ? Padahal dia adalah biji mata-Ku, kekasih hati-Ku. Darah Yesus sudah tercurah untuknya, Aku sudah mengampuninya, tapi ia tidak Percaya. Aku berkata Aku sudah melupakan semua dosanya, tapi ia berkata tidak mungkin. Mengapa ia memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?"

"Apa ? Memandang rendah pengorbanan Yesus di kayu salib ?" Aku terkejut, adakah orang yang seperti itu ? "Bagaimana mungkin ia memandang rendah pengorbanan Yesus ?"

"Darah Yesus tercurah di Kalvari untuk menebus dosa manusia, hukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia sudah diambil alih oleh-Nya, sehingga manusia dapat memperoleh keselamatan di dalam Dia, tapi manusia merasa tidak yakin bahwa apa yang telah Dia lakukan sanggup menebus mereka dari maut, mereka tidak yakin dengan karya penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus."

Tanpa sadar, aku menangis, aku membayangkan, seandainya aku sudah memberikan hadiah yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk orang yang aku kasihi, tapi ternyata hadiah itu dianggap rendah, diacuhkan dan dibuang begitu saja. Kira-kira, apakah masih tersisa kasih dalam hatiku untuk mengasihi orang itu ? Kalau itu aku, mungkin aku tidak akan mengasihi orang itu lagi.

"Lalu Tuhan, apakah sekarang Engkau masih mengasihi manusia ?"

"Ya, Aku sangat mengasihi manusia !"

Aku terkejut ! Sedemikian dalamkah kasih Allah untuk manusia ?

"Walaupun mereka seperti itu ?" tanyaku

"Ya, Aku rindu suatu hari mereka akan datang kepada-Ku dan mengatakan bahwa mereka mengasihi-Ku."

Aku masih terheran-heran. Siapakah manusia sehingga Allah, Sang Pencipta langit dan bumi begitu mengasihinya ? Bukankah mereka hanyalah debu dan abu ? Bukankah jika Tuhan mau, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan manusia dan membuat yang lebih baik ? Aku rasa hal itu tidak sulit untuk Tuhan, bukankah Ia menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan saja ? Hal seperti ini sangat sulit untuk diterima, mengapa Tuhan sampai sedemikian dalam mengasihi manusia ?

Aku memberanikan diriku, aku bertanya lagi kepada Tuhan, "Tuhan, sungguhkan Engkau mengasihi manusia ?"

Tuhan tersenyum, dan Ia berkata, "Sangat, Aku sangat mengasihi manusia. Jika tidak, Aku tidak akan mengutus Anak-Ku Yesus untuk mati bagi mereka. Sekalipun mereka sekarang jauh dari-Ku, Aku sangat rindu mereka kembali kepada-Ku. Karena mereka adalah anak-anak-Ku terkasih."

Mendengar jawaban Tuhan aku tersenyum. Aku mengerti kenapa Tuhan tetap mengasihi manusia...., Tuhan memiliki kasih yang tidak bersyarat !

Tiba-tiba terdengar suara dari bumi. Suara yang perlahan dan terdengar sedih, tapi suara itu tetap menarik perhatian Allah.

"Tuhan, aku tahu aku seringkali melukai hatiMu. Aku sering jatuh bangun dalam dosa. Aku kadang merasa benci dan jijik terhadap diriku sendiri, karena dosa-dosa yang aku perbuat. Tapi aku percaya, darah Yesus menebus aku seluruhnya dan sepenuhnya. Aku tahu aku adalah ciptaan baru sekarang. Aku percaya Tuhan mengasihi aku sebagaimana adanya aku. Ampuni aku Tuhan, aku benci dosa-dosaku. Aku ingin hidupku menyenangkanMu, aku mengasihiMu Tuhan."

Saat doa itu diucapkan, aku melihat senyum di wajah Tuhan berubah menjadi tawa sukacita, Ia sangat bahagia, karena saat itu, ada satu anakNya yang terhilang kembali kepadaNya, dan ia berkata kepada para malaikat,

"Bersukacita dan bergembiralah, karena anak-Ku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali."

Aku tidak tahu, dosa apa yang kamu perbuat, aku tidak tahu berapa lama kamu tinggal dalam dosa. Tapi aku tahu satu hal, Bapa di Surga mengasihimu, dan tangan-Nya terbuka menunggumu pulang. Kembalilah, jangan biarkan Ia menunggu terlalu lama. Yesus mengasihimu

The Meanings of Failure

When it looks like I have failed I ask, "Lord, what are you trying to tell me?"

Failure doesn't mean I'm a failure. It does mean I haven't succeeded yet!
Failure doesn't mean I have accomplished nothing. It does mean I have learned something!
Failure doesn't' mean I have been a fool. It does mean I had enough faith to try!
Failure doesn't mean I have been disgraced. It does mean I dared to adventure!
Failure doesn't mean I don't have it. It does mean I have to do something in a different way.
Failure doesn't mean I'm inferior. It does mean I am not perfect!
Failure doesn't mean I've wasted my life. It does mean I have an excuse to start over again!
Failure doesn't mean I should give up. It does mean I must try harder!
Failure doesn't mean I'll never make it. It does mean I need more patience!

"In everything you do, put God first, and He will direct you and crown your efforts with success."
(Proverbs 3:6)

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian (surat cinta dari buku 'Kepada Cinta', by Raditya Dika)

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam (MMJ - Raditya Dika)

Orang yg jatuh cinta diam-diam tahu dengan mendetail semua informasi orang yg dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu.

Orang yg jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yg tidak tersampaikan.

Orang yg jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun tdk pasti, memandang waktu yg berjalan dgn sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yg tidak mereka lakukan dulu.

Orang yg jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan.

Orang yg jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah seperti seorang penguntit.

Orang yg jatuh cinta diam-diam pernah menelepon orang yg mereka taksir dan langsung menutup teleponnya kembali.

Pada akhirnya, orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yg ada dari dulu, yg tumbuh mulai dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.

Orang yg jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima.

Orang yg jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dgn apa yg kita inginkan. Terkadang yg kita inginkan bisa jadi yg tdk kita sungguh butuhkan.
Dan sebenarnya, yg kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yg mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.





Sumber :
Buku Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika. :)

Surat Alumni Monica Lauretta (BT/BS MEDICA)

Syalom dan Salam sejahtera buat semua. :)

Apa kabarnya para calon Pemenang UN, UM UGM, SIMAK UI, USM ITB, UMB, SNMPTN, USM STAN, dkk di tahun 2011? Masih semangat kan belajarnya! Emang sih cape, jenuh, dll. Tapi demi masa depan dek! Harus tetap semangat! :)

Kata orang ga kenal maka kenalan, so kenalan yok! :)
Nama : Monica Lauretta
Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Binjai
Group : 583 IPA/D Bantam
Kelulusan : Fakultas Kedokteran UNILA

Kakak mulai bimbel di Medica Januari 2010. Tertarik dengan temen-temen kakak yang mayoritas bimbel di sana, katanya tentornya baik-baik. (emang iya) hehe. Di Medica yg paling kakak suka adalah cara para tentor memotivasi kita, mengatakan kalo kita berhak dan mampu menjadi mahasiswa/i PTN. Di Medica diajarkan buat rendah hati dalam menentukan pilihan.

Kakak bukanlah orang yg begitu test langsung lulus. Kakak ikiut UM UGM tidak lulus, SIMAK UI tidak lulus, UMB pun tidak lulus. Dan Puji Tuhan bagian kakak emang lulus di SNMPTN.:) Tapi sebelum mengalami hasil yang manis, kakak harus berusaha setengah hidup! hehe.

Tips dari kakak simple : ORA ET LABORA

Doain kesehatan kalian, doain orang tua yang udah bersusah payah bekerja buat kalian, dan doain apa yg mau kalian capai. Ga cukup hanya doain apa yg mau kalian capai, kalian pun harus belajar dengan sungguh-sungguh. Kakak bukanlah orang yang suka belajar terus menerus, manusia ada batasannya dek. Mudah jenuh. So, kakak ngatur jam belajar diselingin dengan nonton ataupun online. woh, kakak suka sekali online facebook ataupun twitter. hhe. tp jgn keasyikan online jadi lupa belajar loh. :)p

Di Medica belajar sungguh-sungguh, banyak ilmu yang bisa kita peroleh. Kalo sempet ya diskusi. tp kalo kakak ga pernah diskusi sekalipun. hehe. Tapi sebagai gantinya kakak beljar serius sendirian, dan dibuktikan dengan Lulus Quiz dan Lulus Simulasi spy bisa ngukur kemampuan kita.
Kelulusan di Simulasi Intensive :
1 Tidak ikut
2. Keperawatan UI
3. Keperawatan UI
4. Keperawatan UI
Setelah tau kemampuan kita, bersikaplah rendah hati dalam menentukan pilihan Jika emang ga mampu lulus di kedokteran, ga usah dipaksain. Masih banyak jalan menuju sukses. Kalo emang mau jadi dokter harus ditunjukin usaha-usahanya. Kedokteran itu banyak sekali peminatnya, mungkin adik udah merasa pintar, tp banyak yg lebih pintar dan beruntung. Meskipun gagal, jangan pernah putus asa! Bangkitlah! Tuhan sedang melihat seberapa keras usaha kalian. Rendah hati, turunin PG pilihan kalian. Fokus dengan apa yg kalian impikan. FOCUS! = (F)ollow (O)ne (C)ourse (U)ntil (S)uccessful!:D

Selamat dan sukses buat semua penghuni group 583 IPA/D Bantam dan group 584 IPA/D tempat kakak sering menumpang. hehe.
Selamat buat temen-temen seperjuangan di BT/BS Medica :
Franky (FTI ITB)
Melly (Keperawatan UNSRI)
Fitria (MM UNIMED)
Sri (UNIMED)
Fandy (FKM USU)
Friska (MM UNIMED)
Febri (Hukum UNJAM)
Siska (MM UNIMED)
Tetra (Biologi UNIMED)
Ezra (AgriBisnis USU)
Dewi (Arsitektur UNIMAL)

Buat tentor dan staff BT/BS Medica terima kasih banyak buat semua ilmu, bimbingan, motivasi yang diberikan. :) Buat bg Hery (MM), bg Ramly, bg Sapto, kak Ina (Biologi) Bg Joseph, bg Dimpun, bg Frandika (Fisika) dll sukses selalu. :)

So adik-adik calon pemenang ptn 2011, SEMANGAT YA!!! Semoga Sukses! :)
Ingatlah, kegagalan yg kalian alami jangan sampai membuat kalian patah semangat. Tapi, bangkitlah! Tuhan sedang melihat seberapa keras usaha kalian! Dan jika kalian mau bangkit, maka Tuhan akan mengganti kegagalan tersebut dengan Keberhasilan!

Kakak tunggu di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung! :)

Monica Lauretta
Fakultas Kedokteran – UNILA
monica.lauretta@yahoo.com

Dibalik Kisah Seorang Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.



Lalu bagaimana dengan Papa?



Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?



Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......



Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.



Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja....



Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..



Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?



Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?



Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"



Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa



Ketika kamu menjadi gadis dewasa....



Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.



Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.



Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?



Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"



Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.



Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."



Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Setelah Beberapa Lama

Setelah beberapa lama, kamu akan mengerti perbedaan tipis antara menggandeng tangan dan membelenggu jiwa..

Dan kamu akan mengerti bahwa cinta bukan berarti bersandar dan teman bukan berarti aman..

Dan kamu mulai mengerti bahwa ciuman bukanlah sebuah kontrak dan hadiah bukanlah janji..

Dan kamu mulai menerima kekalahanmu sambil mengangkat kepala dan membuka mat, dengan kelapangan dada seorang dewasa, bukan kesedihan seorang anak..

Dan kamu akan belajar membangun semua jalanmu hari ini karena tanah hari esok sangat tak pasti, sulit direncanakan..

Setelah beberapa lama kamu mengerti bahwa sinar mentari pun akan membakarmu kalau berlebihan..

Jadi, tanamilah kebunmu dan hiasilah jiwamu, jangan menunggu orang lain membawa bunga untukmu...

Dan kamu akan mengerti bahwa kamu bisa bertahan..

Bahwa sebenarnya kamu kuat..

Dan kamu sebenarnya sangat berharga..

Hidup Ini

Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai.

Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, mantan pacarmu atau orang yang belum kamu pacari.

Bukan tentang siapa yang telah kamu cium, olahraga apa yang kamu mainkan, atau pemuda/gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu
atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu.

Bahkan, juga bukan tentang nilai-nilai ujianmu, uangmu, bajumu, atau perguruan tinggi yang menerima atau yang tidak menerimamu.

Hidup ini bukan tentang apakah kamu memiliki banyak teman, atau apakah kamu seorang diri, dan bukan tentang apakah kamu diterima atau tidak diterima dilingkunganmu.

Hidup bukanlah tentang itu.

Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kamu cintai dan kamu sakiti.

Tentang bagaiman perasaanmu tentang dirimu sendiri.

Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan kasih sayang.

Hidup ini adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli, dan membina kepercayaan.

Tentang apa yang kamu katakan dan kamu maksudkan.

Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya.

Dan yang terpenting,
hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain.

Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

Suara Seorang Kakak

( Copy from : "Chicken Soup For the Teenage Soul" Book )

Sebagian besar orang memperoleh inspirasi dalam hidup mereka. Mungkin dari percakapan dengan seseorang yang kamu hormati atau sebuah pengalaman. Apa pun bentuknya, inspirasi cenderung membuatmu memandang kehidupan dari sudut pandang yang baru. Inspirasiku berasal dari adikku Chandra, seseorang yang baik hati dan penuh perhatian. Ia tidak peduli akan penghargaan atau masuk dalam surat kabar. Yang diinginkannya hanyalah berbagi cinta dengan orang yang dikasihinya, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.

Pada musim panas sebelum aku mulai kuliah tingkat tiga, aku menerima telepon dari ayahku yang memberitakan bahwa Chandra masuk rumah sakit. Ia pingsan dan bagian kanan tubuhnya lumpuh. Indikasi awal adalah ia menderita stroke. Namun hasil test memastikan bahwa penyakit yang dideritanya lebih serius. Ada sebuah tumor otak ganas yang menyebabkannya lumpuh. Dokter hanya memberinya waktu kurang dari tiga bulan. Aku ingat aku bertanya-tanya, bagaimana mungkin ini terjadi? Sehari sebelumnya Chandra baik-baik saja. Sekarang, hidupnya akan berakhir pada usia yang begitu muda.

Setelah mengatasi rasa kaget dan perasaan hampa pada awalnya, dan memutuskan bahwa Chandra membutuhkan harapan dan semangat. Ia memerlukan seseorang yang membuatnya percaya bahwa ia dapat mengatasi rintangan ini. Aku menjadi pelatih Chandra. Setiap hari kami membayangkan bahwa tumornya menyusut dan semua yang kami bicarakan bersifat positif. Aku bahkan memasang poster di pintu kamar rumah sakitnya yang bertuliskan "Kalau kamu memiliki pikiran negatif, tinggalkanlah pikiran itu di pintu." Aku sudah bulat hati untuk membantu Chandra mengalahkan tumor itu. Kami berdua membuat perjanjian yang disebut 50-50. Aku akan berjuang 50% dan Chandra akan memperjuangkan 50% sisanya.

Bulan September tiba dan kuliah tingkat tiga akan dimulai di universitas yang jaraknya 3000 mil dari rumah. Aku bingung, apakah aku harus pergi atau tetap menemani Chandra. Aku salah bicara, aku menyebutkan bahwa aku mungkin tidak akan pergi kuliah. Ia menjadi marah dan menyuruhku untuk tidak khawatir karena dia akan baik-baik saja. Aku sadar kalau aku tetap bersamanya, aku mungkin akan menyiratkan bahwa dia sedang sekarat dan aku tidak mau dia berpikir seperti itu. Chandra harus yakin bahwa dia dapat menang melawan tumor itu.

Kepergianku malam itu, merasakan bahwa ini mungkin terakhir kalinya aku melihat Chandra dalam keadaan hidup, adalah hal tersulit yang pernah kulakukan. Selama kuliah, aku tak pernah berhenti memperjuangkan 50% bagianku untunya. Setiap malam sebelum tidur, aku berbicara dengan Chandra, berharap ia dapat mendengarkanku. Aku berkata, "Chandra, aku sedang berjuang untukmu dan aku tak kan pernah menyerah. Asalkan kamu juga tidak berhenti berjuang kita dapat mengalahkan tumor ini.

Sampai bulan Oktober, Chandra masih bertahan. Aku sedang berbicara dengan seorang teman yang lebih tua dan ia menanyakan keadaan Chandra. Aku bercerita bahwa keadaannya makin memburuk, tapi dia tidak menyerah. Temanku melontarkan suatu pertanyaan yang benar-benar membuatku berpikir. Katanya. " Menurutmu, apakah ia bertahan itu karena ia tidak ingin mengecewakanmu?"

Mungkinkah perkataannya benar? Mungkinkah aku egois, menyemangati Chandra untuk terus berjuang? Malam itu sebelum tidur aku berbicara ditelepon dengan Chandra "Adikku, aku mengerti kamu sangat menderita dan mungkin kamu ingin menyerah. Kalau memang begitu, aku mendukungmu. Kita tidak kalah karena kamu tak pernah berhenti berjuang. Kalau kamu ingin pergi ke tempat yang lebih baik, aku mengerti. Kita pasti bersama lagi. Aku sengat menyayangimu dan aku akan terus bersamamu dimana pun kamu berada."

Keesokan paginya, Ibuku menelepon dan memberi tahu bahwa Chandra telah meninggal.