Orang yg jatuh cinta diam-diam tahu dengan mendetail semua informasi orang yg dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu.
Orang yg jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yg tidak tersampaikan.
Orang yg jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun tdk pasti, memandang waktu yg berjalan dgn sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yg tidak mereka lakukan dulu.
Orang yg jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan.
Orang yg jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah seperti seorang penguntit.
Orang yg jatuh cinta diam-diam pernah menelepon orang yg mereka taksir dan langsung menutup teleponnya kembali.
Pada akhirnya, orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yg ada dari dulu, yg tumbuh mulai dari kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang yg jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima.
Orang yg jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dgn apa yg kita inginkan. Terkadang yg kita inginkan bisa jadi yg tdk kita sungguh butuhkan.
Dan sebenarnya, yg kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yg jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yg mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.
Sumber :
Buku Marmut Merah Jambu karya Raditya Dika. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar